Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Polisi Baik Ini Rela Korbankan Diri Demi Tolong Ibu Tenggelam

Tugas utama Polisi adalah sebagai pelayan masyarakat. Tak peduli berapapun harga yang harus dibayar untuk menegakkan tugasnya, polisi yang baik akan berusaha sekuatnya untuk menunaikannya.

Dan polisi yang baik itu ternyata masih ada. AKP Mukhlis,  yang bertugas di Satuan Brimob Polda Jawa Barat Subden 3 Cipanas, rela mengorbankan dirinya hingga tewas saat menolong seorang ibu yang terbawa arus deras dan tenggelam di sungai Cikundul, Kabupaten Cianjur.

Saat kejadian, polisi tersebut sedang melakukan tugas pengawasan dan pengamanan kegiatan arung jeram di sungai Cikundul, tepatnya di bendungan Leuwi Pogor, Cianjur. Tiba-tiba ia melihat seorang ibu tenggelam dan terseret arus deras sungai, tanpa berpikir dua kali, AKP Mukhlis langsung terjun ke sungai dan berusahan menolong ibu tersebut.



Akhirnya polisi tersebut berhasil menolong si ibu dengan mendorongnya ke tepian, namun setelah menyelamatkan si ibu AKP Mukhlis malah ikut terbawa arus deras sungai dan tak bisa menyelamatkan diri.

AKP Mukhlis dikenal sebagai pribadi yang baik. Bahkan Ustadz Arifin Ilham mengenal beliau dengan baik dan  mengungkapkan lewat akun Fanspage Facebooknya kalau AKP Mukhlis adalah polisi yang sholeh, rendah hati, murah senyum, penyayang, dermawan, selalu menjaga wudhu, selalu sholat berjamaah dan aktif dalam kepengurusan masjid.

“Beliau wafat karena demi untuk menyelamatkan seorang ibu yg tenggelam dalam arus yg deras sungai Cigundul Cianjur. Alhamdulillah beliau berhasil mendorong dan menolong ibu itu ketepian arus sungai yg deras, namun beliau sendiri terbawa arus hingga Allah wafatkan. Dan para sahabat yg menyaksikan beliau sempat mendengar almarhum bertakbir berkali kali. Allahu Akbar memang almarhum hamba Allah yg selalu berzikir terutama setiap hari dengan wirid al Asmaaul Husna,” ungkap Ustadz Arifin Ilham.


AKP Mukhlis sering ditugaskan mengamankan jalannya Zikir Akbar yang menghadirkan Ustadz Arifin Ilham. Ia mengaku sangat bahagia bila ditugaskan mengamankan acara keagamaan tersebut karena bisa ikut berzikir bersama.

"Beberapa kali abang ajak tampilkan dalam da'wah, almarhum bersama para anggotanya mengumandangkan al Asmaaul Husna. Saat saat beliau sampaikan ke abang betapa bahagianya diikutsertakan dalam keamanan setiap Zikir Akbar, dan ada rasa berat setiap tugas menjaga para demonstran, "Kenapa bang?" "Mukhlis sayang semua pak ustadz" jawabnya (beliau tidak pernah menyebut dirinya saya atau aku setiap bicara dg abang), "SubhanAllah justru seperti Muhklis lah yg dibutuhkan rakyat ini, sabar, santun, lembut, amanah tetapi tetap tegas!" Jawab abang." cerita ustad Arifin.

“Kini polisi sholeh yg mulia yg rela mengorbankan diri tenggelam demi menyelamatkan seorang ibu itu menghadap Allah. Sungguh negeri ini sangat merindukan polisi sholeh seperti almarhum tercinta yg sayang pada rakyatnya karena Allah,” kata Ustadz Arifin Ilham.

Sungguh benar, negeri ini merindukan sosok polisi seperti beliau. Semoga akan lahir Mukhlis-Mukhlis yang lain yang sayang pada rakyatnya karena Allah.

Ada Rahasia Dibalik Setiap Foto Sempurna

Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana cara mendapatkan foto yang tampak profesional di Instagram dan Facebook? Selain harus punya sedikit kemampuan mengedit foto, membuat foto yang sempurna juga harus punya kreativitas dan ide-ide yang mungkin tak terpikirkan sebelumnya oleh siapapun.

Foto-foto sempurna ini ternyata memiliki sedikit rahasia dibalik pemotretannya dan Anda akan diajak untuk melihat trik apa yang digunakan mereka. Untuk mendapatkan gambar yang mereka inginkan, mereka punya ide yang benar-benar kreatif.


Jadi ini mungkin adalah kebenaran di balik setiap foto keren dan mewah yang terpampang di setiap dinding media sosial. Dan biasanya, apa yang terlihat bukanlah menggambarkan kondisi yang sebenarnya. Ia adalah gabungan dari ide kreatif dan 'persiapan' matang yang kadang menggelikan.


Bila Anda merasa iri melihat foto-foto di tempat yang begitu bagus dan selalu ingin bisa seperti mereka - pergi ketempat indah dan memfoto lokasi idaman tersebut, dengan melihat video yang dibuat oleh Hồ Anh Đức dari Vietnam ini akan membuat Anda takkan lagi iri dengan mereka.

Video ini akan membuka mata para penggemar foto selfie dimana saja Anda berada.



Sumber: Tipsiana.com

Ingin Balas Dendam Pada Mantan? Coba Cara Terbaik Ini

Mengapa banyak wanita lebih tertarik pada pria kaya dari pada yang tidak punya uang? Apakah karena pria kaya mampu memberikan apapun yang mereka inginkan atau alasan lain? yang jelas dibanding dengan wanita yang mencintai apa adanya, banyak wanita yang jatuh hati bukan karena kepribadian, namun karena kekayaan si pria.

Meski terdengar sadis, tapi itulah faktanya, banyak wanita yang diklasifikasikan sebagai "penambang emas" yang tujuan utamanya adalah berkencan dengan pria mapan untuk mengeruk isi rekeningnya sedalam mungkin. Ada juga wanita yang memilih pria kaya untuk jaminan masa depan. Apapun alasannya, kisah ini memperlihatkan penyesalan besar seorang wanita ketika melihat mantannya yang pernah ia campakkan karena miskin berubah menjadi sesorang yang tak pernah ia duga.


Video pendek ini diangkat berdasarkan kisah nyata, drama dimulai ketika si pria miskin yang sedang berjuang dengan keadaan tiba-tiba diputuskan oleh sang pacar dengan alasan ia tak bisa memberi apa yang wanita tersebut inginkan. Setelah beberapa tahun berlalu, wanita tersebut berhasil menikah dengan pria mapan bergaji besar.


Saat suatu ketika ia bertemu sang mantan, wanita tadi sesumbar dengan suaminya yang jauh lebih baik penghidupannya. Namun kesombongan wanita tersebut akhirnya berakhir dengan malu ketika tahu mantannya yang dulu miskin ternyata kini  adalah bos sang suami.

Pria yang dicampakkan ini telah melakukan balas dendam paling baik yang meruntuhkan kesombongan wanita matre tersebut, balas dendamnya adalah dengan KESUKSESAN.


Mendidik Anak Dengan Cinta

“Dasar bandel! Dasar anak nakal! Sudah dibilangi kalau minta susu ya diminum, dihabisin. Nggak malah ditumpahkan ke lantai seperti itu! Susu itu mahal!” Seorang ibu uring-uringan memarahi Fifi, anaknya yang baru berusia 3 tahun. Bagaimana ia tidak jengkel, bila lantai yang baru saja dipel kini kotor lagi oleh tumpahan susu si kecil. Si kecil pun diam sambil menatap wajah ibunya yang kecapekan. Sementara seorang ayah memarahi Latif, anaknya yang kelas satu SD, setelah dilapori wali kelasnya bahwa anaknya itu ketahuan mencuri uang temannya. “Kecil-kecil sudah jadi pencuri! Mau jadi apa kamu kalau besar nanti?” Katanya sambil berkacak pinggang.

Memang, mendidik anak memerlukan kesabaran ekstra. Ada kalanya orang tua kehilangan kontrol saat kondisi fisiknya lelah atau emosinya tidak stabil. Kata-kata makian terhadap anak seperti bandel, nakal, badung, dan sebagainya, seringkali meluncur tanpa dapat ditahan. Padahal, makian atau celaan seperti itu akan sangat menjatuhkan harga diri anak dan berakibat buruk bagi perkembangannya.


Mencerca Pribadi Hancurkan Harga Diri

Dalam masa perkembangannya semenjak lahir, setiap anak belajar menilai segala sesuatu. Begitu juga yang terjadi pada persoalan penilaian diri. Setiap anak akan menilai dan memandang seperti apa keadaan dirinya sendiri sesuai dengan cara pandang orang tuanya terhadap diri si anak.Apabila pribadinya sering dicerca dengan julukan-julukan burukseperti anak nakal, bengal, tak tahu aturan, pencuri, bodoh, pemalas, dan sejenisnya, maka akan terbentuk keyakinan dalam diri anak bahwa memang seperti itulah sebenarnya taraf kepribadiannya. Selanjutnya ia akan merasa wajar jika berbuat nakal, toh ayah ibu menyebutnya ‘anak nakal’. Perkembangan buruk seperti ini bila diteruskan akan sampai pada tahap di mana anak akan selalu berusaha berperilaku sesuai anggapan terhadap kepribadiannya tersebut, sehingga ia akan merasa tak pantas jika berbuat baik, yang notabene menyalahi keyakinannya sebagai anak nakal dan bengal tersebut.Sampai tahap ini perilaku anak bisa jadi sangat membuat orang dewasa terheran-heran, sebab ia sudah tak mempan lagi diberi nasihat dan motivasi untuk mau berbuat baik, kecuali jika perbaikan dimulai dengan mengubah cara pandangnya yang keliru dalam menghargai pribadinya sendiri. Sungguh ini sebuah perbaikan yang sulit untuk dilakukan.

Begitulah kenyataannya, bahwa setiap orang membentuk kepribadian sesuai dengan cara pandangnya terhadap dirinya sendiri. Itu sebabnya, akan sangat fatal akibatnya jika dalam masa perkembangan anak diberi contoh untuk menilai dirinya dengan sebutan dan panggilan yang buruk.Anak tetap anak, sekalipun perilakunya buruk. Yang buruk adalah perilakunya, sementara pelakunya tetaplah anak baik. Jika patut dibenci, maka perilakunya yang harus dikutuk, bukan pelakunya. Sang anak sebagai pelaku tetap berhak untuk dicintai, disayangi, dan dihargai.Jika Anak Salah, Tegur PerilakunyaKetika seorang anak berbuat kesalahan, orang tua harus menegur ‘perilaku’ tersebut, tanpa mencela pelakunya.

Anak harus mengerti letak kesalahannya. Ia harus mengerti betul bahwa orang tuanya marah, kecewa dan membenci perilaku yang baru saja dilakukannya, bukan marah dan membencinya.Agar anak tahu bahwa orang tuanya tidak menyukai perilakunya, maka sebaiknya orang tua menunjukkan perasaan kecewa, marah dan ketidaksukaannya dengan sejelas-jelasnya. Bisa dengan mimik wajah yang penuh emosi, bisa pula dengan kata-kata yang keras.

Kembali pada kedua contoh kasus di awal tulisan ini, untuk Fifi yang menumpahkan susunya, akan lebih baik bila ibu marah dengan menegur perilakunya. “Fifi, sudah ibu bilangi berkali-kali kalau menumpahkan susu itu jelek! Itu perbuatan mubadzir! Susu itu harganya mahal!”Sedangkan untuk kasus Latif, akan lebih baik bila ayah tidak menyebutnya sebagai pencuri. “Latif, kamu kan tahu mencuri itu perbuatan buruk? Dosa! Kenapa kamu melakukannya? Kalau butuh uang, bilang sama ayah, jangan mencuri milik orang lain!”Kedua contoh tersebut sudah dapat menggambarkan dengan jelas apa yang dirasakan oleh ayah dan ibu. Tujuannya agar anak mengerti perasaan orang tua tentang perilaku anak yang buruk itu.

Di sisi lain diharapkan dalam diri anak sendiri akan timbul perasaan yang tidak enak menghadapi kemarahan orang tuanya.Cukup Sekali SajaTeguran orang tua cukup dinyatakan sekali saja, anak sudah bisa memahami perasaan orang tuanya. Bila pernyataan ini diulang-ulang justru akan menimbulkan kebosanan, dan anak merasa digurui. Cara mendisiplinkan anak seperti itu tidak efisien.Banyak orang tua yang merasa perlu memberi nasihat panjang lebar terhadap kesalahan anaknya, karena menangkap kesan anak tidak mendengar nasihat yang dikatakan orang tua.

Anak-anak itu berbuat seenaknya, tak mendengar omelan orang tua.Tingkah anak itu membuat orang tua jengkel dan merangsangnya untuk semakin memperpanjang dan mengulang-ulang nasihat, semata-mata untuk melampiaskan kejengkelannya.Sekali lagi, sikap orang tua sebenarnya cukup dinyatakan sekali, ditunjang ekspresi wajah tak lebih dari satu menit. Inilah bagian awal dari metode disiplin yang disebut teguran satu menit. Selanjutnya, akan tercipta suasana yang tidak menyenangkan bagi anak. Pada saat ini sebaiknya orang tua diam sejenak agar suasana yang tidak enak ini benar-benar dirasakan anak. Manfaatkan waktu ini untuk menarik nafas panjang, seakan telah usai menyelesaikan tugas berat berupa pengungkapan rasa kecewa atas perilaku anak yang buruk.

Selanjutnya,


Hargai Pelakunya 

Bagian berikutnya adalah saatnya menggunakan kebenaran lain selain kebenaran pertama yang telah dikatakan terlebih dahulu. Kebenaran kedua ini adalah bahwa diri anak-anak sebagai ‘pelaku’ sebenarnya tetap baik, bahwa orang tua tetap mencintai sepenuh hati, karena mereka pada dasarnya adalah anak-anak yang salih.Bagian kedua ini harus diucapkan orang tua dengan ekspresi wajah penuh kasih sayang dan kelembutan. Bila perlu dengan memeluk dan mencium, agar anak bisa langsung merasakan bahwa bagaimanapun buruknya perilaku mereka, ternyata orang tua tetap mencintainya. Pernyataan ini pun tidak perlu diulang, cukup sekali saja.Misalnya, untuk kasus Fifi, setelah ibu marah dan menegur perilakunya yang buruk, maka sebaiknya ibu membelai kepalanya sambil berkata, “Fifi kan anak salihah, anak pintar. Lain kali jangan menumpahkan susu lagi ya sayang…”Demikian juga untuk kasus Latif. Setelah ayah menunjukkan kemarahannya, alangkah bijaksananya bila kemudian ia memeluk anaknya itu seraya berkata, “Latif kan anak yang salih…Masa’ anak salih mencuri, nanti jadi temannya setan. Lain kali jangan diulangi lagi ya….”


Kelebihan Metode Ini

Metode teguran satu menit mempunyai banyak kelebihan.

Pertama, melatih disiplin anak-anak untuk bisa meninggalkan perilaku yang buruk. Dalam setengah menit yang pertama, anak mengerti bahwa tindakannya yang buruk telah membuat orang tuanya kecewa dan marah. Peristiwa itu akan masuk ke alam memorinya, selanjutnya memorinya mencatat mana perilaku baik yang disenangi orang tua, dan mana perilaku buruk yang membuat orang tuanya kecewa dan marah.

Selanjutnya, dalam setengah menit kedua, anak segera dapat menemukan kembali citra dirinya yang positif sebagai anak yang baik. Mereka sangat menikmati belai kasih orang tua dalam selang waktu yang singkat ini. Buahnya, mereka menjadi senang dan bagga terhadap dirinya sendiri yang baik seperti kata orang tuanya.Satu hal penting yang tak boleh dilupakan orang tua adalah semakin anak menyenangi dirinya sendiri, semakin besar kemauannya untuk berperilaku lebih baik.

Keuntungan kedua, metode ini bisa digunakan sebagai alat komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak. Banyak orang tua mengeluh karena tak bisa memahami jalan pikiran anaknya. Banyak yang tak mengenal anaknya sendiri karena kemacetan komunikasi. Anak tak pernah mau menyampaikan permasalahan yang ia hadapi kepada orang tua.

Dengan bantuan metode ini, sedikit demi sedikit mulai berkembang iklim keterbukaan antara orang tua dengan anak. Komunikasi pun menjadi lancar, akrab dan harmonis. Hal ini bisa terjadi karena keberanian orang tua menunjukkan perasaan terhadap anak tanpa mencerca. Dalam setengah menit pertama menyalahkan habis-habisan perilaku anak yang buruk. Tetapi setelah itu menyatakan bahwa diri pribadi anak selalu tetap baik dan dicintai orang tua.Memang dalam praktiknya metode ini agak sulit dilakukan, karena orang tua seolah-olah harus ‘bersandiwara’. Setelah marah-marah harus mengungkapkan rasa sayang. Yang pasti, walaupun sulit, tetapi demi perkembangan jiwa anak, tentu metode ini layak untuk dibiasakan.

Sumber: Mendidik dengan Cinta. Irawati Istadi

Nasihat Agar Jadi Kaya Dari Miliarder Dunia

Warren Buffet selalu berada di 5 besar orang terkaya di dunia. Harta kekayaannya diperkirakan mencapai sekitar 50 milyar dollar AS, dan dalam wasiatnya, 99% hartanya akan disumbangkan untuk amal begitu ia meninggal dunia.

Pria yang membangun imperium kekayaannya dari dasar ini sering memberi nasehat pada para pemimpin utama dunia. Dalam nasehatnya kali ini, ia membeberkan apa sebenarnya rahasia agar bisa menjadi orang kaya. Mari kita merenungkan beberapa kalimat bijaknya.


Tentang Reputasi

Butuh 20 tahun untuk membangun sebuah reputasi, namun hanya butuh 5 menit untuk menghancurkannya. Jika Anda selalu mengingat hal tersebut, Anda akan melakukan segala sesuatu dengan pandangan berbeda.

Peraturan paling dasar yang selalu ia patuhi

Aturan No.1 : Jangan pernah kehilangan uang. Aturan No.2: Jangan pernah lupa aturan No.1

Tentang sumber penghasilan

Jangan pernah bergantung pada satu sumber penghasilan saja. Buat investasi untuk menciptakan sumber penghasilan tambahan.

Saat membelanjakan uang

Jika Anda membeli sesuatu yang tidak kamu butuhkan, tak lama lagi Anda akan segera menjual barang-barang yang Anda butuhkan.

Menabung

Jangan menabung uang sisa belanja Anda, tapi belanjakanlah uang sisa setelah Anda menanbung.

Saat mengambil resiko

Jangan pernah mengukur dalamnya sungai dengan kedua kaki.

Tentang kejujuran

Sebuah kejujuran itu adalah hal yang sangat mahal, jangan mengharapkan kejujuran dari orang murahan.


Tentang warisan

Seorang pria kaya harus membuat anaknya cukup mampu untuk bisa melakukan apapun.

Saat memiliki ide

Kamu akan melakukan sesuatu ketika kesempatan datang. Dalam hidupku aku memiliki periode saat begitu banyak ide bermunculan dan ada juga periode panjang tanpa ide sama sekali. Jika aku mendapatkan sebuah ide minggu depan, aku akan langsung merealisasikannya. Jika tak ada ide, aku diam saja.

Tentang Investasi untuk masa depan

Seseorang duduk dibawah teduhnya bayangan pohon saat ini karena ia telah menanam pohon tersebut sejak dahulu kala.

Tentang kebiasaan

Rantai kebiasaan itu terlalu ringan untuk dirasakan sampai ia akan menjadi terlalu berat untuk dilanggar.

Yakin akan menjadi orang kaya

Aku selalu tahu aku akan menjadi orang kaya.  Aku tidak pernah meragukannya barang semenit pun.

Belajar dari orang yang lebih baik

Sangat baik untuk berkumpul dengan orang-orang yang lebih baik darimu. Pilihlah rekan yang perilakunya lebih baik dari Anda dan Anda akan segera bergerak ke arah itu.

Tentang harga dan nilai

Harga adalah apa yang Anda bayarkan. Nilai adalah apa yang Anda dapatkan.

Saat menghadapi tantangan

Aku tidak berusaha untuk melompati 7 anak tangga sekaligus. Aku akan melangkahi satu anak tangga agar bisa meniti anak tangga selanjutnya.

Tentang menjadi orang kaya

Dari para miliarder yang ku kenal, uang hanya akan membawa keluar sifat dasar dari dalam diri seseorang. Jika orang tersebut adalah orang brengsek sebelum ia kaya, ia tetap akan menjadi orang brengsek yang memiliki uang jutaan dolar.

Tentang resiko

Resiko itu datang karena ketidaktahuan tentang apa yang sedang Anda kerjakan.

Tentang bursa saham

Bursa saham Wall Street hanyalah sebuah tempat orang-orang yang mengendarai Rolls Royce yang menerima nasehat dari orang-orang yang mengendarai kereta bawah tanah.

Tentang cara berinvestasi

Aku tak pernah berusaha mendapatkan uang dari pasar saham. Aku berasumsi mereka bisa saja menutup pasar besok dan tidak akan membukanya sampai lima tahun kedepan.

Belajar dari pengalaman masa lalu

Dalam dunia bisnis, kaca spion selalu lebih jelas daripada kaca depan.

Belajar dari sejarah

Jika sejarah masa lalu itu semua ada untuk permainan, maka orang terkaya adalah pustakawan.

Sumber:

Tears In Heaven, Lagu Indah Dengan Pesan Sangat Dalam

Tears In Heaven adalah lagu lawas dari Eric Clapton. Clapton menulisnya tak lama setelah anaknya yang masih berusia 4 tahun, Connor, tewas setelah terjatuh dari jendela.

Perasaan Eric Clapton sangat hancur akibat kecelakaan tersebut dan ia menulis lagu ini sebagai bagian dari dukacita dan sekaligus proses pemulihannya. Lirik yang ditulisnya begitu mendalam, dan pesan yang terkandung didalamnya untuk kita semua; apakah kita memilih terus hidup dalam kesedihan masa lalu atau lebih memilih untuk menatap masa depan.

Anda diundang untuk sekali lagi mendengarkan karya yang luar biasa ini sambil meresapi lirik yang dalam dari Eric Clapton.



















Inilah Perubahan Bocah Kelaparan Setelah Ditolong Relawan

Saat sedang melakukan tugas menolong anak-anak Nigeria, seorang pekerja sosial asal Denmark, Anja Ringgren Loven bertemu dengan seorang bocah kelaparan dan menolongnya. Ketika ia mempublikasikan foto anak tersebut di profil Facebooknya, banyak yang simpati dengan kondisi anak tersebut.

Diketahui, bocah berumur 2 tahun tersebut ternyata ditinggalkan oleh orang tuanya, karena ia dianggap sebagai penyihir. Saat ditemukan oleh relawan, anak tersebut berkeliaran sendirian dengan kondisi kelaparan yang menyedihkan. Tubuhnya kurus kering tanpa pakaian dan tak seorangpun menghiraukannya.


Setelah 8 bulan berusaha mencari bantuan, Anja akhirnya mampu menyediakan kebutuhan hidup dan perawatan medis untuk anak tersebut. Ia bahkan memanggil anak itu dengan  nama Hope (harapan), sebagai pengingat kepada semua orang bahwa masih ada harapan untuk hidup lebih baik meski dalam kondisi seburuk apapun.


Sekarang, hasil dari cinta dan perawatan yang baik membuat kondisi Hope berubah drastis. Ia tampak begitu sehat, jauh dari kondisi sebelumnya yang hampir mati kelaparan. hope kini tampak gemuk dan lebih ceria, terlihat dari foto terbarunya.


Bersama foto terbaru Hope, Anja menulis sebuah pesan :
"Pada hari dimana aku pertama kali membawa anak kecil yang manis ini kedalam dekapanku, aku kira ia takkan bisa selamat. Setiap tarikan napasnya adalah sebagai sebuah perjuangan dan aku tak mau ia mati dalam keadaan tanpa nama, tanpa martabat, jadi kunamakan ia Hope (harapan). Hope bagiku adalah nama yang spesial. Bukan saja nama yang berarti harapan, tapi tentang apa yang telah dilaluinya. Jauh hari sebelumnya aku memiliki sebuah tato bertuliskan HOPE di jari tanganku yang berarti : Help One Person Everyday (menolong seseorang setiap hari)."



Sumber: Tipsiana.com

Stasiun Kereta Jepang Tutup Setelah Penumpang Terakhirnya Lulus Sekolah

Pendidikan adalah harta tak ternilai yang diberikan kehidupan untuk kita. Mampu belajar dan bersekolah merupakan kesempatan berharga untuk menuntut ilmu bagi kita semua. Sayangnya, bagi sebagian orang, sekolah bukanlah sesuatu yang mudah didapat, terutama bagi mereka yang berdomisili di tempat-tempat terpencil.

Stasiun Kereta Kami-Shirataki yang terletak di pulau Hokaido sebelah utara Jepang seharusnya telah ditutup tiga tahun yang lalu. Namun setelah mereka mengetahui bahwa masih ada seorang pelajar yang menggunakan kereta api setiap hari untuk pergi ke sekolah, pemerintah memutuskan untuk menunda penutupan stasiun kereta tersebut sampai si anak lulus sekolah dan pindah ke kota lain untuk kuliah.


Kana Harada berangkat tiap pukul 7.04 pagi memakai kereta ke sekolah dan pulang setiap pukul 5.08 sore. Ia adalah penumpang satu-satunya dalam kereta tersebut. Karena hanya mengantar Harada, kereta api tersebut tidak beroperasi selama musim liburan sekolah. Keberangkatan kereta juga disesuaikan dengan jadwal Harada.

Dan benar saja, sesuai janji mereka, tepat tanggal 26 Maret 2016, Stasiun kereta tersebut akhirnya ditutup secara resmi bertepatan dengan tamatnya Harada dari sekolah SMA.



Banyak orang, termasuk para reporter dan penduduk, datang untuk menjadi saksi mata dari perjalanan terakhir kereta dari stasiun Kami-Shirataki. Sebuah upacara sederhana digelar di stasiun yang sebenarnya tak lebih dari gudang kayu dan sebuah bangku tunggal.

Kana Harada mengatakan dalam wawancara kalau ia merasa sangat bersyukur karena bisa naik kereta ke sekolah setiap hari selama kurun waktu tiga tahun terakhir.


Menunda penutupan stasiun kereta hanya karena seorang pelajar adalah sebuah kepedulian yang luar biasa dari Pemerintah Jepang. Bila dihitung secara ekonomi, tiga tahun beroperasi dengan hanya seorang penumpang didalamnya adalah operasional yang merugi. Namun sekali lagi, bagi Jepang pendidikan adalah hal yang tak ternilai dan layak diperjuangkan semua pihak.


Sumber: CCTV News