Tampilkan postingan dengan label Geografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Geografi. Tampilkan semua postingan

Teori Pembentukan Lempeng Bumi

Baiklah sobat, kali ini kita akan membahas mengenai Teori Pembentukan Lempeng Bumi, tak perlu berlama-lama langsung saja kita masuk ke pembahasan artikelnya.

STRUKTUR LAPISAN BUMI

a. Atmosfer
Atmosfer merupakan kumpulan gas dan udara yang berupa  lapisan tipis melingkupi atau menyelubungi permukaan bumi. Diibaratkan dengan sebuah jeruk, bumi adalah isinya sedangkan kulit jeruk adalah atmosfer. 99 % kandungan atmosfer berada pada 30 km lapisan terbawahnya. Pada atmosfer terjadi proses cuaca dan iklim.

b. Litosfer
Litosfer adalah lapisan bumi dibawah atmosfer. Lithos artinya batu dan sfhere (sphaira) artinya bulatan(lapisan). Sehingga lotosfer diartikan sebagai lapisan bumi yang bersifat keras, kaku dan rigid dengan ketebalan kurang lebih 0-70 km. Litosfer terbagi atas dua lempeng yaitu :
  • Lempeng Benua (0-10 km) dengan mengandung lapisan sima.
  • Lempeng Samudra (0-70 km) dengan lapisan sial.


Berikut tabel unsur penyusun litosfer :


c. Astenosfer
Lapisan initerletak di bawah litosfer dengan ketebalan 70-2.900 km berupa material padat yang bersifat seperti fluida. Atau dengan kata lain lapisan ini labil sehingga, saat terpengaruh arus konveksi, ia akan bergerak dan menggerakkan lapisan di atasnya seperti kejadian gempa bumi. Suhunya bisa mencapai kurang lebih 3000 oC. Komposisi Mantel terbagi bagian atas (upper mantle), astenosfer (bagian dari mantel), dan mantel bagian bawah. Dapat dikatakan bahwa astenosfer bagian dari mantel.

d. Barisfer
Barisfer adalah lapisan inti bumi. Yang tersusun atas lapisan nikel dan besi. Lapisan ini dibedakan atas 2 yaitu :

  • Outer Core merupakan inti bumi baian luar dengan ketebalan 2900-4980 km. Tersusun dari unsur besi dan nikel yang bersifat cair dengan suhu 3900 oC.
  • Inner Core merupakan inti bumi bagian dalam dengan ketebalan 4980-6370 km. Tersusun dari unsur nikel yang bersifat padat walau dengan suhu 4800 oC akibat tekanan yang besar sehingga menekan dan menjaga intinya untuk tetap berada d tengah.



TEORI PEMBENTUKAN LEMPENG BUMI

1. Contraction and Expansion (kontraksi dan pemuaian)
Penyusutan Bumi terjadi karena adanya proses pendinginan. Analogi ini diadopsi dari peristiwa mengkerutnya kulit apel yang mengering. Teori ini dapat menjelaskan daerah-daerah yang tertekan seperti deretan gunung api tetapi tidak tapat menjelaskan cekungan, celah serta lembah. Teori ini pertama kali dikemukakan oleh Descretes (1596-1650) dan juga di sukung oleh James Dana dan Elie de Baumant.

Pengembangan Bumi terjadi karena proses pemanasan. Teori ini didapat setelah radioaktivitas diketahui. Ia dapat menjelaskan bagaimana Benua bisa hancur dan dengan mudahnya menjelaskan pembentukan lipatan tetapi belum bisa menjelaskan daerah-daerah tekanan.

2. Continental Drift (pengapungan benua)
Pada awal abad ke-20 ilmuan menyadari bahwa mereka tidak bisa menjelaskan struktur Bumi dan prosesnya dengan satu teori saja. Banyak hipotesis ilmuan yang dikembangkan untuk mencoba dan menunjang konflik observasi. Alfred Wegner seorang meteorologis Jerman yang mempelajari tentang iklim kuno mengemukakan teori pergeseran benua. Hipotesisnya adalah Continental Drift  yang dikemukakan pada tahun 1910. Seperti kebanyakan orang, amerika selatan dan afrika cocok bersama-sama seperti jigsaw puzzle dan menarik perhatiannya.


Dia menggabungkan fakta-fakta dan distribusi fosil untuk memformulasikan teori bahwa benua bergerak dipermukaan bumi. Dia mengemukakan bahwa sebelum 200 juta tahun yang lalu, seluruh benua membentuk satu daratan yang besar dan berat yang disebuat Pangea. Prinsip dari teori ini adalah benua diposisikan pada sebuah lempeng atau batuan, dan mereka mengapung sepanjang permukaan bumi setiap waktu. Kelemahan teori Wegner dan alasannya tidak diterima oleh gelogist adalah dia mengemukakan bahwa benua menggelincir diatas dasar laut, padahal dasar laut tidak cukup kuat untuk menopang benua.

3. Laurasia-Gondwana
Alexander Du Toit merupakan geologist Afrika Selatan. Setelah kunjungannya ke Amerika Selatan, ia menjadi pendukung teori Wegener. Dia mempubllikasikan observasinya dalam A Geological Comparison of South America with South Africa dan kemudian dia mengembangkan pemikirannya dalam Our Wondering Contonents (1937). Dia menyatakan pemisahan dari pangea membentuk dua benua super yaitu Laurasia (disekitar kutub utara) dan Gondwana (disekitar kutub selatan).

4. Paleomagnetism (pola magnetik purba batuan)
Selama perang dunia kedua, geologis yang dipekerjakan oleh militer bernama Harry Hass dari Universitas Princeton mengemukakan penelitian tentang dasar laut. Tujuan penelitian ini untuk memahami topografi dasar laut termasuk mengukur kedalaman dasar laut dari permukaan dan menemukan tempat tersembunyi musuh-musuh di kapal selam. Tipe penelitian lainnya menggunakan magnetometer (untuk mengukur benda-benda magnet) yang diletakkan dibelakang kapal untuk mendeteksi kapal selam. Penelitian ini juga menunjukkan adanya anomali magnetic dibawah laut, dengan kemagnetan yang tinggi di punggung laut dan kemagnetan yang rendah di sisi lainnya.

Penelitian ini menyatakan 2 topografi penting yaitu punggung samudra dan palung samudra. Harry juga menyatakan bahwa benua tidak bergerak sepanjang kerak samudra, tetapi benua dan kerak samudra bergerak bersama-sama. Jika kerak samudra yang baru dan litosfer terus menerus terbentuk pada punggung laut, samudra akan bertambah luas, kecuali jika ada sebuah mekanisme yang menghancurkan litosfer samudra. Zona Benioff dan palung samudra membuktikan bahwa litosfer samudra kembali ke mantel dengan menyusup ke bawah pada palung laut (zona subduksi). Karena lempeng samudra dingin dan rapuh, ia akan pecah dan kembali bercampur dengan matel dan menghasilkan gempa bumi yang sangat dalam.
Pada tahun 1950 dan 1960, penelitian tentang medan magnet bumi dan perubahannya seiring waktu (paleomagnetism) membuktikan fakta terbaru bahwa benua mengapung. Kesimpulan dari konsep medan magnet adalah (1) Bumi memiliki lebih dari satu kutub yang berubah seiring waktu di masa lalu. (2) benua yang berbeda telah bergerak relatif satu sama lain seiring waktu geologi. Penelitian ini mengkonfirmasi hipotesis terakhir dan juga menkonfirmasi teori Continental Drift.

5. Convection Current (arus konveksi)
Perpecahan benua dan pergerakan lempeng disebabkan oleh adanya energi yang menggerakkannya. Energi tersebut berasal dari arus konveksi di dalam astenosfer bumi. Arus konveksi adalah perpindahan energi panas pada fluida, yang disebabkan oleh :
Peluruhan unsur radioaktif
Gradien Geometris
Karena adanya serangan benda asing
Panas yang tersimpan pada saat pembentukan planet

6. Sea Floor Spreading
Pergerakan lempeng yang saling menjauh tertangkap oleh peneliti. Pergerakan ini mengakibatkan terbentuknya punggungan yang memanjang di daerah yang menjauh. Vine, Matthews dan Morely mengumpulkan informasi-informasi penting dan menemukan bahwa lenmpeng samudra yang baru terbentuk diantara dua lempeng yang saling menjauh. Penyusupan magma antar lempeng ini menyebabkan adanya punggung laut. Teori ini dinamakan Sea Floor Spreading dan menjawab pertanyaan terbesar tentang Continental Drift “ Bagaimana bisa benua bergerak diatas kerak samudra?” faktanya, benua bergerak bersama kerak samudra  sebagai bagian dari sistem litosfer. Fenomena ini disebabkan konveksi arus panas dari mantel atas bumi atau astenosfer.

7. Tektonik Lempeng
Dengan mengkombinasikan Sea Floor Spreading dengan Continental Drift dan informasi seismik global, teori terbaru dari Tektonik lempeng yang dicetuskan oleh Mc. Kenzie dan Robert Parker menjadi teori yang paling masuk akal untuk menjelaskan pergerakan lempeng.


Teori tektonik lempeng berdasarkan model sederhana Bumi.  Litosfer yang padat tersusun atas kerak samudra dan kerak benua dan terletak di atas mantel, dan terdiri dari beberapa lembar dengan ukuran yang berbeda yang disebut lempeng.

Lempeng tersusun dari kerak samudra dengan ketebalan 100 km dan 250 km ketebalan kerak benua dan mengapung diatas astenosfer. Ketika benua dan samudra dapat melayang karena mereka adalah bagian dari lempeng besar yang mengapung dan bergerak horizontal pada bagian teratas astenosfer. Lempeng ini bersifat rigid (padat) dengan kemampuan elastis, tetapi deformasinya tampak sepanjang batas antar lempeng. Dan ada kalanya lempeng samudra yang menyusup kembali ke dalam mantel karena perbedaan ketebalan dan kepadatan. Juga peristiwa pelebaran lempeng akibat adanya arus konveksi. Peristiwa penyusupan maupun pelebaran ini menyebabkan adanya batas antar lempeng.  Ada tiga jenis tiga batas lempeng yaitu Batas Lempeng Divergen di mana lempeng bergerak menjauh satu sama lainnya, Batas Lempeng Konvergen di mana lempeng bergerak mendekati satu sama lainnya, dan yang terakhir Batas Lempeng Transform di mana lempeng terdorong berselisihan satu sama lain. Batas lempeng inilah yang menyebabkan adanya peristiwa tektonik maupun vulkanik yang terjadi di Bumi.


Tektonik lempeng adalah teori yang dikembangkan pada akhir tahun 1960, teori ini menjelaskan bagaimana proses pergerakan dan pembentukan lempeng terluar Bumi. Teori ini menyebabkan revolusi pemikiran manusia tentang Bumi. Sejak berkembangnya teori ini, para geologis telah menguji kembali hampir setiap aspek geologi. Teori tektonik lempeng telah terbukti sangat berguna karena dapat memprediksikan kejadian geologi dan menjelaskan hampir seluruh aspek dari apa yang kita lihat di Bumi. Seperti pembentukan gunung, gempa bumi, dan gunung merapi.

Dalam perkembangan teori yang tektonik lempeng, cukup banyak ilmuwan yang mengumumkan penelitiannya berbentuk teori yang sering kali kita dengar sekarang ini.


Baiklah sobat, inilah pembahasan kali ini mengenai Teori Pembentukan Lempeng Bumi, semoga sobat semua mengerti dan bermanfaat ilmunya J

Pengertian Erosi dan Metode Konservasi Tanah

Baiklah sobat, kali ini kita akan membahas mengenai Pengertian Erosi dan Metode Konservasi Tanah, langsung saja kita masuk ke pembahasannya.

PENGERTIAN EROSI TANAH

Erosi tanah (soil erosion) adalah proses penghanyutan tanah dan merupakan gejala alam yang wajar dan terus berlangsung selama terdapat aliran pada permukaan. Erosi tersebut melaju seimbang dengan laju pembentukan tanah sehingga tanah mengalami peremajaan secara berkesinambungan. Erosi tanah berubah menjadi bahaya jika prosesnya berlangsung lebih cepat dari laju pembentukan tanah tersebut. Erosi yang cepat akan menipiskan tanah, bahkan akhirnya dapat membuat bahan induk tanah seperti batuan dasar ke permukaan tanah.

Erosi ini akan merusak daerah hulu yang terkena erosi langsung, dan juga daerah hilir. Bahan erosi yang diendapkan daerah hilir akan berakibat buruk pada bangunan atau tubuh alam penyimpanan atau penyalur air sehingga menimbulkan pedangkalan yang berakibat kapasitas tampung atau salurannya menurun dengan cepat serta merusak lahan dan pemukiman.

Erosi akan menyebabkan penurunan kualitas lahan pertanian di Indonesia. Pada saat musim hujan yang curah hujan tinggi terkonsentrasi pada bulan-bulan tertentu, tingkat erosivitasnya sangat besar, sehingga erosi menjadi penyebab utama lahan kering didaerah tropika basah. Tanah yang hilang karena erosi merupakan tanah lapisan atas yang subur, sehingga erosi akan menurunkan kesuburan tanah secara nyata.

Pada tanah-tanah berlereng, erosi juga menjadi persoalan yang serius. Dimana kemiringan dan panjang lereng adalah dua unsur lereng yang berpengaruh terhadap aliran permukaan dan erosi. Jika kecepatan meningkat dua kali, maka butir-butir tanah yang tersangkut menjadi 32 kali lipat. Pada tanah yang gundul, akan menyebabkan ganguan aliran air yang akan menimbulkan kerusakan prasarana dan sarana jalan.
Artikel Penunjang : Dampak Kerusakan dan Pencemaran Tanah
PENGERTIAN METODE KONSERVASI
Konservasi merupakan usaha untuk menjaga tanah tetap produktif atau memperbaiki tanah yang rusak karena erosi. Tindakan konservasi mempunyai kriteria tertentu, seperti salah satu pertimbangannya adalah nilai batas erosi yang masih dapat diabaikan (tolerable soil loss). Ada tiga pemilihan teknik konservasi, yaitu :

1. Metode vegetatif
Yaitu setiap pemanfaatan tanaman/vegetasi sebagai pelindung tanah dari erosi, penghambat laju aliran permukaan, peningkatan kandungan lengas tanah, serta perbaikan sifat-sifat tanah, baik fisik, kimia, maupun biologi. Tanaman ataupun sisa-sisa tanaman berfungsi sebagai pelindung tanah terhadap daya pukulan butir air hujan maupun terhadap daya angkut air aliran permukaan (runoff), serta meningkatkan peresapan air ke dalam tanah.

Salah satu contohnya yaitu rumput vetiver, yang dikenal dengan akar wangi, atau usar. Yaitu tanaman dengan rumput yang berukuran besar dan punya banyak fungsi. Pemanfaatan tanaman ini disebut dengan Vetiver System (VS). Yang mana VS ini adalah teknologi yang memanfaatkan tanaman vetiver yang masih hidup untuk konservasi tanah.


VS sangat efektif untuk konservasi tanah dan mudah digunakan, konservasi air dan juga menstabilkan dan memperbaiki lahan. Vetiver juga mudah dikendalikan karena tidak menghasilkan bunga dan biji yang dapat cepat menyebar liar seperti alang-alang atau rerumputan yang terdapat pada kebanyakan tumbuhan liar.

Keajaiban vetiver sebagai ekologis disebabkan oleh sistem akarnya yang unik. Tanaman ini memiliki akar serabut panjang yang masuk secara vertikal kedalam tanah. Bahkan panjang akar ini mencapai 5.2 meter masuk kedalam tanah, sehingga dapat dibayangkan bagaimana vetiver ini mencengkram tanah.

Akar vetiver ini dapat menembus lapisan tanah setebal 15 cm yang sangat keras. Di lereng-lereng yang sangat padat, ujung-ujung akar vetiver mampu masuk menembus dan menjadi semacam jangkar yang mencengkram dengan kuat. Cara kerja akar ini seperti besi kolom yang masuk kedalam menembus lapisan tekstur tanah. Sehingga tidak perlu diragukan lagi fungsi nya untuk mencegah erosi, baik itu dari angin maupun air.

2. Metode Mekanik
Cara mekanik adalah cara pengelolaan lahan dengan menggunakan sarana fisik seperti tanah atau batu sebagai sarana pencegahan erosi pada tanah. Tujuannya untuk memperlambat aliran air di permukaan, mengurangi erosi serta menampung dan mengalirkan aliran air permukaan.

Yang termasuk kedalam metode ini yaitu metode pengolahan tanah. Pengolahan tanah ini berfungsi untuk menciptakan keadaan tanah yang membuat tanaman mudah tumbuh diatasnya termasuk pembuatan rorak (saluran pembuangan air) dan pembuatan terasering. Tujuan pengolahan tanah adalah menyiapkan tempat tumbuh bibit, menciptakan daerah perakaran yang baik, menghilangkan sisa-sisa tanaman dan memberantas gulma.

Pengendalian erosi secara teknis dan mekanis merupakan usaha-usaha perawatan tanah untuk mengurangi banyaknya tanah yang kehilangan fungsinya di daerah lahan pertanian dengan cara tertentu. Sehubungan dengan usaha-usaha perbaikan tanah secara mekanik yang ditempuh bertujuan untuk memperlambat aliran permukaan dan menampung serta melanjutkan penyaluran aliran permukaan dengan daya pengikisan tanah yang tidak merusak.

Terasering adalah bangunan konservasi tanah dan air secara mekanis yang dibuat untuk memperpendek panjang lereng dan atau memperkecil kemiringan lereng dengan jalan penggalian dan pengurugan tanah melintang lereng. Pembuatan terasering adalah untuk mengubah permukaan tanah miring menjadi bertingkat-tingkat, jadi keadaan tersebut akan mengurangi kecepatan aliran permukaan karena sudut kemiringan juga diubah dan menahan serta menampungnya, jadi lebih banyak air yang meresap ke dalam tanah melalui proses infiltrasi, sehingga tanah pun menjadi subur.

Secara garis besar terasering merupakan kondisi lereng yang dibuat bertangga-tangga yang dapat digunakan pada dataran yang tinggi dan berfungsi untuk :

  • Menambah stabilitas lereng
  • Memudahkan dalam proses konservasi lereng
  • Memperpanjang daerah resapan air kedalam tanah
  • Memperpendek panjang lereng dan atau memperkecil sudut kemiringan lereng
  • Mengurangi kecepatan aliran permukaan
  • Dapat digunakan untuk landscaping


Jenis-jenis terasering menurut kemiringannya, yaitu :

Teras datar
Teras datar dibuat pada tanah dengan kemiringan kurang dari 3 % (datar) dengan tujuan memperbaiki pengaliran air dan pembasahan tanah. Teras datar dibuat dengan jalan menggali tanah menurut garis tinggi dan tanah galiannnya kemudian ditimbunkan ke tepi luar, sehingga air dapat tertahan dan terkumpul. Pematang yang terbentuk ditanami dengan rumput.

Teras Datar

Teras kridit
Teras kridit dibuat pada tanah yang landai dengan kemiringan 3 – 10 % (landai/berombak), bertujuan untuk mempertahankan kesuburan tanah. Pembuatan teras kridit di mulai dengan membuat jalur penguat teras sejajar garis tinggi dan ditanami dengan tanaman seperti caliandra.

Teras guludan
Teras guludan dibuat pada tanah yang mempunyai kemiringan 10 – 50 % (bergelombang hingga agak curam) dan bertujuan untuk mencegah hilangnya lapisan tanah.

Teras bangku
Teras bangku dibuat pada lahan dengan kelerengan 10 – 30 % (berbukit dan bergelombang) dan bertujuan untuk mencegah erosi pada lereng yang ditanami palawija.

Teras individu
Teras individu dibuat pada lahan dengan kemiringan lereng antara 30 – 50 % (agak curam) yang direncanakan untuk areal penanaman tanaman perkebunan di daerah yang curah hujannya sedikit dan penutupan tanahnya cukup baik.

Teras kebun
Teras kebun dibuat pada lahan-lahan dengan kemiringan lereng antara 30 – 50 % (agak curam) yang direncanakan untuk areal penanaman jenis tanaman perkebunan. Pembuatan teras ini hanya dilakukan pada jalur tanaman sehingga pada areal tersebut terdapat lahan yang tidak diteras dan biasanya ditutup oleh vegetasi penutup tanah.

Teras saluran
Teras saluran atau lebih dikenal dengan rorak atau parit buntu adalah teknik konservasi tanah dan air berupa pembuatan lubang-lubang buntu yang dibuat untuk meresapkan air ke dalam tanah serta menampung sedimen-sedimen dari bidang olah.

Teras batu
Teras batu adalah penggunaan batu untuk membuat dinding dengan jarak yang sesuai di sepanjang garis kontur pada lahan miring.

Pembuatan teras sebaiknya dikombinasikan dengan penerapan sistem vegetatif dengan penanaman tanaman penutup tanah dibagian tepi terasnya. Kemiringan lahan adalah besaran yang dinyatakan dalam derajat / persen (%) yang menunjukkan sudut yang dibentuk oleh perbedaan tinggi tempat.

3. Metode kimia
Struktur tanah yang mantap merupakan salah satu sifat tanah yang akan menentukan tingkat kepekaan tanah terhadap erosi. Yang dimaksud dengan metode konservatif secara kimia dalam pencegahan erosi yaitu dengan pemanfaatan bahan pembenah tanah (soil conditioner) atau bahan-bahan pemantap tanah dalam hal memperbaiki struktur tanah sehingga tanah akan tetap resisten terhadap erosi.

Bahan kimia sebagai soil conditioner mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap tingkat kestabilan agregat (perlengketan) tanah. Pengaruhnya berjangka panjang karena senyawa tersebut akan tahan terhadap mikroba yang terdapat pada tanah. Permeabilitas (aliran) tanah dipertinggi dan erosi akan berkurang. Bahan-bahan tersebut juga berakibat penting untuk memperbaiki pertumbuhan tanaman-tanaman semusim pada tanah liat yang berat.


Inilah artikel kali ini mengenai Pengertian Erosi dan Metode Konservasi Tanah, semoga bermanfaat bagi teman-teman semuanya. J

Dampak Kerusakan dan Pencemaran Tanah

Baiklah sobat, kali ini kita akan membahas mengenai Dampak Kerusakan dan Pencemaran Tanah, langsung saja kita masuk ke dalam pembahasannya.

Kehidupan manusia bergantung pada tanah. Dalam hal mencari nafkah dengan berkebun ataupun bertani, dalam hal pengolahan tanah untuk kehidupan dan masih banyak lainnya. Tak hanya manusia, dapat dikatakan juga bahwa tanah merupakan salah satu unsur penting pendukung kehidupan makhluk hidup. Tumbuh-tumbuhan dan hewan termasuk makhluk yang membutuhkan tanah, terlebih tumbuhan yang memang tidak bisa hidup sembarang daerah dan kualitas tanah juga menjadi tolak ukur tumbuhan dalam bertahan hidup.

Kerusakan Tanah

Kerusakan tanah merupakan satu hal yang paling diwaspadai makhluk hidup. Ketika tanah disekitar mengalami kerusakan, dapat dipastikan bahwa lignkungan tersebut tidaklah sehat serta mengganggu kita untuk mengolahnya. Beberapa penyebab kerusakan tanah yaitu :

1. Perusakan hutan

Perusakan hutan dapat mengurangi daya serap tanah dan kemampuan tanah dalam menampung dan menahan air sehingga mudah tererosi dan bisa saja terjadi banjir berkepanjangan. Erosi merupakan suatu proses penghancuran tanah dimana tanah tersebut dipindahkan ke tempat lain oleh kekukatan air. Erosi dapat menimbulkan kerusakan di tempat penerima  hasil erosi. Pengendapan hasil erosi inilah yang menyebabkan polusi.
Artikel Penunjang : Pengertian Erosi dan Metode Konfersi Tanah
Dampak erosi bagi kehidupan adalah:
  • Penurunan produktivitas tanah
  • Kemampuan tanah menahan air berkurang
  • Struktur tanah rusak
  • Kehilangan unsur hara yang diperlukan tumbuhan
  • Kualitas tumbuhan mengalami penurunan
  • Dapat menyebabkan longsor yang menyebabkan lahan terbagi-bagi sehingga mengurangi luas lahan
  • Pendapatan pertanian dan perkebunan berkurang
  • Pendangkalan sungai sehingga kapasitas sungai menurun dam menyebabkan banjir
  • Tanah subur menjadi rusak akibat tertimbun endapan
  • Kualitas air kotor sehingga penggunaan air bersih menjadi sulit
  • Akibat air yang keruh dapat mengurangi fotosintesis jenis dari tanaman air
  • Biota mati

2. Proses mekanis air hujan

Proses mekanis hujan merupakan proses dimana air hujan dapat menggerakkan dan memindahkan tanah beserta unsur-unsurnya.

Dampak yang ditimbulkan akibat mekanis air hujan yang merusak tanah adalah:
  • Erosi air hujan yang menyebabkan tanah labil
  • Terkumpulnya garam di daerah perakaran (slinisasi)
  • Tanah longsor
  • Penjenuhan tanah oleh air


3. Pencemaran tanah

Pencemaran tanah merupakan keadaan dimana bahan kimia buat manusia masuk dan merubah lingkungan tanah alami. Ketika suatu zat berbahaya/beracun telah mencemari permukaan tanah, maka ia dapat menguap, tersapu air hujan dan atau masuk ke dalam tanah. Pencemaran yang masuk ke dalam tanah kemudian terendap sebagai zat kimia beracun di tanah seperti pestisida dan lain sebagainya. Zat beracun di tanah tersebut dapat berdampak langsung kepada manusia ketika bersentuhan atau dapat mencemari air tanah dan udara di atasnya.

Dampak pencemaran tanah dapat dilihat dari berbagai aspek yaitu :

Pada kesehatan

Pencemaran tanah yang berkelanjutan sangat berpengaruh pada kesehatan. Dampak yang ditimbulkan bisa berefek langsung maupun tidak. Contohnya pestisida yang digunakan mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan apa lagi dalam waktu yang lama akan menyebabkan kesehatan menurun dan timbul penyakit lainnya yang tidak diinginkan.

Jika terjadi gejala terganggunya kesehatan seperti sakit kepala, pusing, letih, iritasi mata, dan ruam pada kulit akibat bahan kimia seperti merkuri, PBC, siklodiena, organofosfat dan beberapa bahan lainnya.

Pada ekositem

Dampak kerusakan tanah biasanya dimulai dari makhluk hidup penguni tanah tersebut seperti cacing yang merupakan bagian dari rantai makanan. Jika tanahnya beracun contohnya akibat pestisida, maka cacing tidak dapat bertahan hidup dan rantai makanan di daerah tanahnya berpolusi akan kacau, dampaknya bisa dilihat dari predator disekitar. Bisa saja hewan yang tidak mendapat makanan jadi langka pada daerah tersebut. Dampak lainnya bagi burung adalah cangkangnya yang rapuh.
Artikel Penunjang : Rantai Makanandan Jaring – Jaring Makanan
Artikel Penunjang : Pengertian Piramida Makanan dan Contohnya 
Tentunya yang lebih fatal lagi pencemaran air yang diakibatkan masuknya bahan pencemar (polutan) ke dalam tanah yang dapat berupa bahan-terlarut dan partikulat.

Air yang biasa kita gunakan sehari-hari adalah air tanah yang terdapat di akuifer bawah permukaan yang merupakan sumbernya. Dampak pencemaran air tanah yaitu :
  • Pencemarannya luas
  • Sulitnya mendapat air bersih
  • Air konsumsi payau dan aneh rasanya
  • Airnya keruh dan dapat mendatangkan penyakit


untuk mengetahui ciri tanah tercemar dapat dilihat dari unsur yang terlihat atau unsur yang terkandung yaitu :
  • Tanah tidak subur
  • pH dibawah 6 (tanah asam) atau pH diatas 8 (tanah basa)
  • Berbau busuk
  • Kering
  • Mengandung logam berat
  • Mengandung sampah organik


Penyebab pencemaran ini biasanya faktor limbah domestik (pemukiman penduduk), limbah industri, limbah pertanian maupun transportasi. Bisa saja sumber pencemarannya dari sumber alami seperti gunung merapi.

Salah satu cara atau bisa dikatakan satu-satunya agar tidak lagi terjadi yaitu meningkatkan kesadaran kita untuk menjaga Bumi kita sebagai upaya pencegahan dini. Dan untuk pengontrolan tanah yang sudah rusak dapat dilakukan  Remediasi (kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yang tercemar), Boiremediasi (proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan mikrorganisme), Fitoremediasi (teknoligi pembersihan penghilangan atau pengurangan polutan berbahaya seperti logam, pestisida dan senyawa organik beracun).


Inilah pembahasan kali ini mengenai Dampak Kerusakan dan Pencemaran Tanah, semoga bermanfaat bagi teman-teman semua J

Prinsip, Manfaat, dan Cabang Ilmu Geografi

Baiklah sobat, kali ini kita akan membahas mengenai Prinsip, Manfaat, dan Cabang Ilmu Geografi. Langsung saja kita masuk ke pembahasannya.

PRINSIP GEOGRAFI

Terdapat 4 prinsip yang ada di dalam ilmu geografi, yaitu :
Prinsip Persebaran/Distribusi
Artinya adalah persebaran bentang alam yang ada di permukaan bumi itu berbeda-beda di setiap wilayah. Contoh : Penduduk di daerah perkotaan biasa membuat pemukiman padat atau berkelompok, lain halnya dengan penduduk di pedesaan yang membuat pemukiman yang jarang-jarang.

Prinsip Interelasi
Prinsip ini menekankan bahwa fenomena dan gejala yang terjadi di wilayah tertentu mempunyai hubungan dengan fenomena dan gejala yang lain. Contoh : penduduk di wilayah pantaibermata pencaharian sebagai nelayan, karena mereka dekat dengan laut sebagai tempat untuk mencari ikan.

Prinsip Deskripsi
Deksripsi disini menjelaskan bahwa suatu fenomena dan gejala yang terjadi mengharuskan adanya pendeskripsian meliputi tulisan, tabel, gambar atau grafik. Contoh: peta persebaran gunung api di dunia.

Prinsip Korologi (Gabungan)
Artinya dengan mendeskripsikan ketiga prinsip di atas dan menggabungkannya, maka suatu wilayah memiliki akan mempunyai karakteristik atau ciri-ciri tertentu. Prinsip ini merupakan symbol dari geografi modern. Contoh : suhu udara di pegunugan lebih sejuk daripada di perkotaan, dikarenakan adanya pengaruh ketinggian lokasi pada wilayah pegunungan.
Artikel Penunjang : Pengertian, Konsep, Pendekatan Geografi
MANFAAT GEOGRAFI

Ada banyak sekali manfaat mempelajari ilmu geografi. Berikut adalah beberapa manfaat ilmu geografi, yaitu :

Wawasan dalam ruang
Geografi melatih makhlup hidup untuk memproyeksikan atau memposisikan dirinya di dalam suatu ruang yang disebut bumi. Orientasi tersebut meliputi semua aspek ruang, yaitu arah, jarak, luas, dan bentuk.

Persepsi Relasi Antar Gejala
Dalam mempelajari geografi, kita dituntut untuk saling mengamati fenomena dan gejala yang terjadi pada suatu bentang alam atau wilayah sehingga dapat menyimpulkan hubungan-hubungannya.

Pemetaan potensi daerah
Dengan mempelajari geografi, manusia dapat melakukan pemetaan wilayah-wilayah yang mempunyai karakteristik tertentu sesuai dengan prinsip dalam ilmu geografi yang telah disebutkan sebelumnya.

Pemahaman Global
Geografi menuntut seseorang untuk mengetahui wsemua wilayah yang ada di bumi. Artinya, seseorang tidak hanya mengetahui tentang wilayah tempat tinggalnya saja, akan tetapi bias mengetahui seluruh aspek yang ada di permukaan bumi ini.

Timbul Rasa Kecintaan dan ingin Menjaga
Setelah mengetahui semua potensi wilayah berikut seluruh aspek yang dimilki oleh bumi ini, tentunya akan timbul suatu rasa kecintaan terhadap ciptaan Tuhan yang sangat indah. Rasa kecintaan ini dapat menimbulkan rasa ingin memiliki sehingga seseorang akan cenderung untuk menjaga wilayahnya agar tidak terganggu.


CABANG ILMU GEOGRAFI

cabang ilmu geografi
Berbagai cabang ilmu Geografi

Secara garis besar, cabang ilmu geografi memiliki dua disiplin ilmu, yaitu:

Geografi Fisik
Kajian geografi fisik mempelajari gejala-gejala fisik bumi yang meliputi tanah, air, dan udara, serta segala proses yang terjadi di dalamnya. Kajian geografi fisik ditunjang lagi oleh ilmu Geologi, Geomorfologi, Ilmu Tanah, Meteorologi, Klimatologi dan Oseanografi.

  • Geologi

Geologi mempelajari bagaimana proses bumi terbentuk dan mengalami perubahan dari masa ke masa.

  • Geomorfologi

Ilmu geomorfologi mempelajari tentang bentuk permukaan bumi atau lahan dan sejarah-sejarah terbentuknya.

  • Ilmu Tanah

Sesuai dengan namanya, ilmu tanah mempelajari tentang segala aspek tanah baik itu fisik, jenis dan segala hal yang berhubungan dengan permukaan tanah.

  • Metereologi dan Klimatologi

Metereologi dan klimatologi mempelajari tentang fenomena cuaca dan iklim yang terjadi di bumi.

  • Oseanografi

Oseanografi mempelajari tentang seluk beluk kelautan yang meliputi sifat-sifat salinitas, arus laut, sedimen laut, dan segala hal yang berhubungan.

Geografi Manusia
Geografi manusia merupakan cabang ilmu geografi yang mempelajari tentang aspek keruangan manusia dan segala aktivitasnya. Geografi manusia terbagi menjadi beberapa cabang, yaitu:

  • Geografi Ekonomi

Ekonomi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang bagaimana usaha-usaha manusia dalam menciptakan kemakmuran hidupnya, gejala-gejalanya, serta hubungan timbal balik dari usaha tersebut.

Adapun geografi ekonomi membahas tentang bagaimana usaha manusi untuk mengeksploitasi (mengolah) sumber daya alam yang ada di bumi sehingga dapat tercapai kemakmuran hidup.

  • Geografi politik

Politik adalah suatu kegiatan yang merencanakan tujuan-tujuan suatu negara untuk dilaksanakan sehingga tercapailah tujuan tersebut. Sehingga bias dikatakan bahwa geografi politik adalah cabang yang mempelajari unit-unit politik, wilayah, kekuasaan, perbatasan, dan region serta unsur-unsur politik internasional.

  • Geografi penduduk

Cabang ilmu geografi penduduk mengkaji tentang keadaan, dinamika dan perubahan-perubahan yang terjad pada penduduk. Selain itu, geografi penduduk juga mempelajari tentang konsekuensi-konsekuensi social dan ekonomi yang terjadi melalui proses interaksi antar manusia atau penduduk.

  • Geografi teknik

Mempelajari tentang cara-cara memvisualisasikan, menganalisa, dan mengolah informasi geografis dalam bentuk peta, diagram, foto udara, dan citra hasil penginderaan jauh. Geografi teknik terbagi lagi menjadi beberapa cabang, yaitu:

(1) Kartografi
Adalah ilmu dan seni dalam membuat peta. Peta dibuat berdasarkan pengamatan dan analisa yang telah dilakukan.

(2) Penginderaan Jauh
Adalah ilmu dan seni yang menghasilkan informasi mengenai objek, daerah, atau gejala dan fenomena. Dilakukan dengan cara menganalisis data menggunakan alat, dengan kata lain tanpa menyentuh objek, daerah, atau gejala dan fenomena yang dikaji.

(3) Sistem informasi geografis
Adalah sistem  geografis berbasis komputer yang menyediakan informasi secara terpadu.

Baiklah sobat, inilah postingan kali ini mengenai Prinsip, Manfaat, dan Cabang Ilmu Geografi, semoga bermanfaat bagi sobat sekalian J



Persebaran Flora dan Fauna Di Dunia

Selamat datang di softilmu, blog sederhana yang berbagi ilmu pengetahuan dengan penuh keikhlasan. Sesuai dengan Judul Artikelnya, kali ini kami akan membahas tentang Persebaran Flora dan Fauna Di Dunia. Semoga dapat bermanfaat J

A. PERSEBARAN FLORA DI DUNIA
Florayang hidup di daratan sangatlah bervariasi dan terletak mulai dari wilayah khatulistiwa sampai ke wilayah kutub. Secara umum flora yang hidup di daratan dapat diklasifikasikan atas Hutan, Sabana, Stepa dan Gurun.

1. Bioma Hutan
  • Hutan Hujan Tropis: Ciri-cirinya yaitu: pohonnya tinggi dan lebat, jenisnya sangat bervariasi (heterogen). Sebagian besar jenis flora di dunia terdapat pada hutan jenis ini yang diperkirakan mencapai lebih dari 3000 spesies. Pada hutan ini terdapat jenis-jenis flora tumbuhan yang menempel seperti anggrek, rotan, jamur, dan lumut. Adanya tumbuhan ini menandakan kelembaban udara sangat tinggi. Contohnya antara lain hutan-hutan di Indonesia (Sumatera, Jawa, Kalimantan, Irian), Brazil (Amazone), India, Amerika Tengah (Florida) dan Karibia.
  • Hutan Musim : terdapat di daerah yang mempunyai musim kering  dan musim hujan. Ciri-cirinya yaitu gugurnya daun-daun pada musim kemarau. Berbeda dengan hutan hujan tropis yang pohon-pohonnya sangat lebat sehingga sinar matahari sulit untuk sampai ke tanah, maka pada hutan musim pohon-pohonnya lebih sedikit, tidak terlalu tinggi dan jumlah spesiesnya tidak begitu banyak, sehingga sinar matahari mudah untuk sampai ke tanah. Hutan ini terdapat di India, dan Asia Tenggara termasuk Indonesia (Jawa Timur, Sulawesi, Nusa tenggara).
  • Hutan Musim Daerah Sedang : terdapat di wilayah iklim yang mempunyai empat musim, yaitu musim panas, dingin/salju, gugur, dan semi. Vegetasi di hutan ini pada umumnya berupa tumbuhan berkayu yang memiliki daun lebar, perakaran yang dalam, dan kulit yang kasar.
  • Hutan Hujan Daerah Sedang : terdapat di daerah-daerah pantai di belahan bumi Utara dan Selatan, wilayah dataran tinggi dan tropis. Ciri-cirinya adalah: daunnya hijau, kurang rimbun dan spesiesnya tidak banyak. Pohonnya tidak begitu tinggi dan daunnya lebih kecil dan tidak banyak terdapat semak belukar. Vegetasi yang khas di hutan ini antara lain pakis, palem, dan bambu. Hutan ini terdapat di Amerika Serikat dan Eropa yang beriklim kontinen (benua).
  • Hutan Rontok Daerah Sedang : terdapat di wilayah yang mempunyai iklim yang dingin (Winter) dan iklim panas (Summer),  yaitu di Amerika Utara dan Eropa Barat. Vegetasi yang terdapat di wilayah ini yaitu pohon-pohon tinggi seperti cemara dan pinus serta pohon-pohon kecil.
  • Hutan Berdaun Jarum (Conifer) : terdapat di daerah iklim sedang sampai dingin seperti di Kanada Utara, Siberia dan pegunungan tinggi wilayah tropikal. Tumbuhannya antara lain pinus, cemara, dan sequoia yang merupakan pohon yang terbesar di dunia, terdapat di California. Pohon ini mencapai ketinggian lebih dari 75 m.
  • Hutan Berkayu Keras : terdapat di daerah iklim mediteranian (iklim yang terdapat di wilayah mediterania atau kawasan laut tengah). Ciri-cirinya yaitu daunnya berwarna hijau, pohon tidak terlalu tinggi namun berkayu dan berdaun keras. Contohnya pohon oak atau zaitun.
  • Hutan Taiga : terdapat di daerah iklim dingin di belahan bumi utara dan di pegunungan tinggi. Sebagian besar jenis pohonnya adalah jenis-jenis tusam yang berdaun dan tahan terhadap suhu dingin.

2. Bioma Sabana
Sabana merupakan suatu wilayah vegetasi di daerah tropis atau subtropis yang terdiri atas pohon-pohon yang tumbuh dengan jarang dan diselingi oleh semak belukar serta rerumputan. Sabana terdapat di Australia, Brasilia, Venezuela, dan Indonesia. Sabana biasanya merupakan daerah peralihan antara hutan dan padang rumput.

3. Bioma Padang Rumput
Steppa merupakan padang rumput yang luas dengan diselingi oleh pohon-pohon perdu, membentang dari daerah tropis sampai daerah subtropis yang curah hujannya tidak teratur dan sulit mendapatkan air. Terdapat antara lain di Australia, Argentina, Brasilia, Amerika Serikat, dan Afrika Utara.

4. Tundra
Tundra, adalah rumput kerdil yang tahan dengan suhu yang sangat dingin, terdapat di daerah yang berbatasan dengan kutub di mana suhu udara sangat dingin seperti di Rusia Utara, Kanada Utara, Norwegia, dan Finlandia. Contohnya adalah lumut. Setelah es mencair tumbuhan tundra yang beku dapat hidup lagi. Daerah tundra dapat mengalami malam atau siang yang sangat lama sampai berbulan-bulan.

5. Gurun
Gurun merupakan tempat yang sulit bagi tanaman untuk dapat tumbuh. karena sangat panas pada siang hari, dan sangat dingin pada malam hari dan juga kekurangan air. Hujan sekitar setahun sekali sehingga jenis tanaman yang hidup disana adalah jenis tumbuhan yang tahan terhadap kekeringan seperti pohon kaktus dan beberapa jenis rumput berduri. Gurun Sahara di Afrika merupakan gurun terbesar di dunia. Lainnya terdapat di Peru (Gurun Atacama), Gurun Gobi yang membentang melalui Cina dan Mongolia.
Artikel Penunjang : Persebaran Flora dan Fauna Di Indonesia
B. PERSEBARAN FAUNA DI DUNIA
Pola persebaran fauna di dunia terbagi menjadi delapan wilayah pelayaran, yaitu :
PERSEBARAN FAUNA DI INDONESIA
1. Fauna Paleartik
Daerah persebarannya meliputi daerah Siberia, Rusia, sebagian besar benua Eropa, daerah sekitar Laut Mediterania sampai Afrika, Cina, dan Asia. Jenis fauna yang termasuk ke kelompok ini adalah anjing, serigala, tikus, kelinci, panda.

2. Fauna Neartik
Daerah persebarannya meliputi Amerika Utara sampai Meksiko. Jenis faunanya antara lain antelop bertanduk cabang, tikus berkantung,kalkun, berbagai jenis species burung, anjing, kelinci, ular, kura-kura, dan tupai.
Artikel Penunjang : Hewan Hewan Langka Di Indonesia
3. Fauna Neotropik
Daerah persebarannya meliputi Amerika Selatan, Amerika Tengah, Meksiko bagian selatan, India bagian barat. Jenis fauna ini adalah armadillo, piranha, belut listrik, ilama, buaya, kadal, dan berbagai kera.

4. Fauna Ethiopia
Daerah persebarannya meliputi Afrika, Jazirah Arab bagian Selatan, dan Madagaskar. Jenis fauna ethiopia adalah kuda nil, gorila, simpanse, unta, teringgiling, zebra, cheetah, dan singa.

5. Fauna Oriental
Daerah persebarannya meliputi Asia Selatan, Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Jenis fauna ini adalah badak, gajah, orang utan, gibbon, banteng, berbagai jenis unggas, ikan, reptil, serangga.

6. Fauna Australia
Daerah persebarannya meliputi Papua dan kepulauan didekatnya. Fauna jenis ini adalah kanguru, platypus, kuskus, koala, wallaby, cenderawasih.

7. Fauna Oceania
Daerah persebarannya meliputi New Zealand, dan pulau-pulau kecil disekitarnya. Jenis fauna ini antara lain kiwi dan sphenodon.

8. Fauna Antartika
Daerah persebarannya meliputi Benua Antartika dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Jenis fauna ini antara lain pinguin dan anjing laut.

Nah Itulah pembahasan untuk Persebaran Flora dan Fauna Di Dunia. Semoga mudah dimengerti dan dapat bermanfaat ilmunya. Silahkan di share jika sahabat berkenan. Terimakasih telah berkunjung di softilmu, jangan lupa follow, like dan komentarnya ya J